Glosarium
Glosarium ini memuat istilah teknis yang dipakai di buku ini, diurutkan menurut abjad. Bila Anda bertemu kata yang belum dikenal, cari di sini, lalu buka bab yang disebut di ujung tiap entri.
ArcToolbox: kotak alat analisis di ArcMap. Anda memakainya, misalnya, untuk alat Project saat mengubah koordinat. Bab 2, 5.
Atribut (attribute): keterangan yang menempel pada tiap objek, misalnya nama petak. Bab 1.
Band: satu lembar angka dalam raster. Citra berwarna punya beberapa band. Bab 3.
Berkas pendamping: berkas tambahan milik satu layer Shapefile, seperti .shx, .dbf, dan .prj. Semuanya harus ikut disalin atau dikirim. Bab 4.
Browser dan Catalog (browser, catalog): panel penjelajah berkas data di dalam aplikasi. Di QGIS namanya Browser, di ArcGIS Pro namanya Catalog. Bab 2.
Catalog window: penjelajah data di ArcMap. Anda membukanya dari toolbar atau menu Windows. Bab 2.
CRS (Coordinate Reference System): sistem koordinat, yaitu aturan yang mengubah letak di bumi menjadi angka di peta. Anda bisa membayangkannya sebagai alamat peta. Bab 5.
Data frame: wadah layer di dalam dokumen ArcMap. Wadah ini juga menyimpan pengaturan koordinat. Bab 1, 2, 5.
Data sintetis (synthetic data): data buatan penulis untuk latihan. Isinya bukan kondisi lapangan sebenarnya. Pendahuluan, 6.
Data Source Manager: jendela QGIS untuk menambahkan data. Anda membukanya dengan Ctrl+L. Bab 1, 3.
Data View dan Layout View: dua tampilan area peta di ArcMap. Data View untuk bekerja dengan data, Layout View untuk menyusun peta cetak. Bab 2.
Derajat (degree): satuan koordinat geografis, yaitu bujur dan lintang. Satu derajat bukan jarak yang tetap. Bab 5.
EPSG (EPSG code): kode angka untuk sebuah sistem koordinat. Contohnya EPSG:4326 dan EPSG:32749. Bab 5.
Field: kolom pada tabel atribut. Di Shapefile, nama field paling banyak 10 karakter. Bab 4.
Folder kerja: satu folder tempat proyek dan datanya disimpan bersama. Bab 6.
Format: aturan penyimpanan data di dalam berkas. Bab 4.
Garis (line): bentuk dasar vektor berupa rangkaian titik, misalnya jalan. Bab 3.
Geodatabase (geodatabase, .gdb): wadah data milik Esri yang berbentuk folder. Bab 4.
GeoPackage (GeoPackage, .gpkg): format standar terbuka. Satu berkas bisa memuat banyak layer. Bab 4.
GIS (Geographic Information System): sistem komputer untuk menyimpan, menganalisis, dan menampilkan informasi yang punya lokasi di bumi. Bab 1.
Jalur relatif (relative path): alamat data yang dihitung dari lokasi proyek. Alamat ini tetap benar bila folder dipindah bersama. Bab 6.
Kanvas peta (map canvas): area tengah tempat peta tergambar. Bab 2.
Koordinat (coordinate): angka yang menunjukkan letak di bumi. Bab 1.
Koordinat geografis (geographic coordinates): letak yang dinyatakan dalam bujur dan lintang (derajat). Contohnya WGS 84, EPSG:4326. Bab 5.
Koordinat proyeksi (projected coordinates): letak di bidang datar yang dinyatakan dalam meter. Contohnya UTM. Bab 5.
KPH Contoh: kantor pengelola hutan fiktif dalam cerita buku ini. Ia terdiri atas petak KPH Alpha, KPH Beta, dan KPH Gamma. Pendahuluan.
Layer: satu lapis data bertema tunggal, misalnya batas petak atau titik panas. Bab 1.
Model tinggi permukaan (DSM, Digital Surface Model): raster yang menyimpan tinggi permukaan. Dalam buku ini datanya berupa DSM_Drone.tif. Bab 3.
Pan: alat untuk menggeser peta di layar. Bab 2.
Panel: jendela kecil yang menempel di sisi layar. Bab 2.
Piksel (pixel): kotak terkecil dalam raster. Tiap kotak menyimpan satu angka. Bab 3.
Poligon (polygon): bentuk dasar vektor berupa area tertutup, misalnya batas petak. Bab 3.
Processing Toolbox: panel QGIS yang menyimpan alat analisis. Anda membukanya lewat menu Processing. Bab 2, 5.
Proyek (project): berkas yang menyimpan daftar layer, urutan, CRS, dan tampilan peta. Proyek tidak menyimpan datanya. Bab 6.
Raster: data yang menggambar dunia dengan piksel berangka. Cocok untuk permukaan yang berubah halus, seperti tinggi tanah. Bab 3.
Reproject: mengubah data dari satu CRS ke CRS lain. Koordinatnya dihitung ulang. Bab 5.
Resolusi (resolution): ukuran sisi satu piksel di lapangan. Bab 3.
Ribbon: pita berisi tab dan tombol di bagian atas ArcGIS Pro. Bab 2.
Set CRS: mengganti label CRS pada layer tanpa menghitung ulang koordinat. Gunakan hanya bila labelnya salah. Bab 5.
Shapefile (shapefile, .shp): format vektor lama yang terdiri atas beberapa berkas. Nama field paling banyak 10 karakter, dan ukuran berkas sekitar 2 GB. Bab 4.
Status bar: baris di bagian bawah QGIS. Isinya skala, koordinat penunjuk mouse, dan tombol CRS. Bab 2.
Tabel atribut (attribute table): tabel berisi atribut tiap objek vektor. Raster tidak punya tabel seperti ini. Bab 1, 3.
Table of Contents: daftar layer di ArcMap. Bab 1, 2.
Titik (point): bentuk dasar vektor berupa satu letak, misalnya titik survei. Bab 3.
Titik panas (hotspot): titik vektor yang menandai lokasi panas. Dalam buku ini jumlahnya 12 titik. Bab 1, 3, 6.
Tombol CRS: tombol di kanan bawah status bar QGIS. Tombol itu menampilkan CRS proyek. Bab 2, 5.
Toolbar: baris tombol alat. Bab 2.
UTM (Universal Transverse Mercator): proyeksi yang membagi bumi menjadi zona selebar 6 derajat. Satuannya meter. Bab 5.
Vektor (vector): data yang menggambar dunia dengan titik, garis, dan poligon. Cocok untuk objek yang tegas, seperti batas petak. Bab 3.
WGS 84: sistem koordinat geografis dengan kode EPSG:4326. Versi proyeksinya, UTM zona 49S, berkode EPSG:32749. Bab 5.
Zona UTM (UTM zone): jalur selebar 6 derajat bujur dalam sistem UTM. Indonesia melintasi zona 46 sampai 54. Bab 5.
Zoom to Layer(s): perintah QGIS untuk memperbesar tampilan sampai layer terpilih tampak penuh. Anda memakainya bila peta tampak kosong. Bab 1.