Lewati ke isi
Profil penulisSeri Buku GIS Kehutanan dan Pertanian/ M2
Tampilkan bagian untuk:

BAB 4: Ke Mana Air Mengalir: Hidrologi dari DEM

#Studi kasus: "Petak mana yang dilewati sungai?"

Kepala Seksi akan merencanakan gorong-gorong dan jalur patroli. Ia butuh peta sungai dan batas daerah tangkapan air di wilayah KPH Contoh. Survei lapangan untuk semua sungai kecil terlalu mahal. Padahal Anda sudah punya DEM. Dari tinggi tanah saja, komputer bisa menebak ke mana air mengalir.

#Konsep: hidrologi DEM dalam tiga kalimat

Hidrologi DEM mengikuti satu aturan sederhana: air di sebuah kotak (piksel) mengalir ke tetangga yang paling curam menurun. Bayangkan menuang segelas air di atas papan miring berpetak. Petak yang banyak menerima kiriman air dari hulu adalah calon sungai, dan seluruh petak hulu yang mengirim air ke satu titik membentuk satu daerah tangkapan.

Istilah baru:

  • Lubang (sink): sel yang lebih rendah dari semua tetangganya, jadi air "terjebak".
  • Arah aliran: ke tetangga mana tiap sel mengalirkan air (metode D8: delapan arah).
  • Akumulasi aliran: jumlah sel hulu yang mengalir lewat sebuah sel.
  • Ambang sungai: batas akumulasi yang menentukan sel mana disebut sungai.
  • DAS (daerah aliran sungai): seluruh area yang mengalir ke satu titik keluar (outlet).
Ilustrasi 4.1: Alur hidrologi dari DEM
Skema enam langkah: DEM, isi lubang, arah aliran, akumulasi aliran, sungai, DAS di satu titik keluar

#Bagian A: QGIS

#Bagian A: Hidrologi di QGIS

Semua langkah ada di skrip m2_04a_hidrologi.py. Lewat jendela QGIS, alat yang sama ada di Processing ► Toolbox. Alat GRASS (r.watershed, r.stream.extract, r.water.outlet) memerlukan penyedia GRASS aktif. [CEK: ketersediaan GRASS di instalasi Anda]

#A1. Mengisi lubang

  1. Muat DEM_10m.tif.
  2. Buka Fill sinks (Wang & Liu). Isi Minimum slope dengan 0,1 (derajat, nilai awal).
  3. Klik Run. Anda mendapat DEM terisi (DEM_terisi.tif).

Hasil uji: DEM asli punya 167 lubang. Sesudah diisi, jumlahnya 0. Sebanyak 1.994 sel naik, dengan kenaikan terbesar 13,67 m. Mengapa sebanyak itu? Delapan lubang sengaja ditanam saat DEM dibuat, sisanya muncul dari derau acak pembuatan DEM. Pada DEM nyata hal serupa terjadi karena kesalahan ukur.

#A2. Arah dan akumulasi aliran

  1. Buka r.watershed (GRASS).
  2. Elevation: DEM_terisi. Minimum size of exterior watershed basin: 500.
  3. Centang Enable Single Flow Direction (D8) flow dan Use positive flow accumulation even for likely underestimates.
  4. Simpan Number of cells that drain through each cell (Akumulasi.tif), Drainage direction (Arah.tif), dan Unique label for each watershed basin.
  5. Klik Run.

Hasilnya: akumulasi maksimum 25.581 sel (255,8 ha). Sel dengan angka besar membentuk alur sungai.

#A3. Membentuk sungai

  1. Buka r.stream.extract.
  2. Input map: elevation map: DEM_terisi. Input map: accumulation map: Akumulasi. Minimum flow accumulation for streams: 500.
  3. Simpan Unique stream ids (vect). Pada v.out.ogr output type pilih line.
  4. Klik Run.

Hasil uji: 30 segmen sungai, total 7,75 km. Catatan: bila Anda membiarkan pilihan jenis keluaran pada auto, berkas ikut memuat titik simpul dan memasukkannya ke PostGIS gagal. Pilih line.

#A4. Daerah aliran di satu titik keluar

  1. Tentukan titik keluar. Skrip memilih sel tepi dengan akumulasi terbesar: baris 199, kolom 49, koordinat X = 312495,0 dan Y = 9996005,0.
  2. Buka r.water.outlet. Drainage direction raster: Arah. Coordinates of outlet point: isi koordinat di atas.
  3. Klik Run, lalu ubah hasil menjadi poligon dengan Polygonize (raster to vector) dan lebur dengan Dissolve.

Hasil uji: DAS berisi 26.211 sel = 262,11 ha, atau 65,5% wilayah.

Ilustrasi 4.2: Sungai dan DAS di KPH Contoh
Peta sintetis berisi DEM abu-abu, daerah aliran sungai berwarna biru muda, garis sungai berwarna biru, batas petak, dan segitiga merah di titik keluar

#A5. Memeriksa hasil dengan hitungan sendiri

Jangan percaya hasil alat tanpa diperiksa. Penulis menulis ulang aliran D8 dengan NumPy murni pada DEM terisi yang sama. Hasilnya:

UkuranAlat QGIS dan GRASSHitungan NumPy
Sel hulu titik keluar (DAS)26.21126.230
Selisih19 sel (0,07%)
Sel DAS yang sama di kedua hasil26.201

Luas DAS cocok dengan sangat baik. Tetapi nilai raster akumulasi dari r.watershed di titik keluar adalah 25.581, sekitar 2,5% lebih rendah daripada 26.230. Sebanyak 86,1% sel punya akumulasi identik di kedua hasil. Penyebab selisih itu belum penulis telusuri. [belum diverifikasi] Pegangan praktis: hitung luas DAS dari raster DAS (`r.water.outlet`), bukan dari nilai maksimum akumulasi.

#A6. Sungai dan DAS dikawinkan dengan petak lewat SQL

Masukkan hasil ke PostGIS:

terminal
ogr2ogr -f PostgreSQL PG:"dbname=kph_contoh" Sungai.gpkg Sungai -nln kph.sungai -nlt MULTILINESTRING -lco GEOMETRY_NAME=geom -lco FID=gid -overwrite
ogr2ogr -f PostgreSQL PG:"dbname=kph_contoh" DAS_utama.gpkg -nln kph.das_utama -nlt MULTIPOLYGON -lco GEOMETRY_NAME=geom -lco FID=gid -overwrite

Lalu jalankan kueri dari m2_04b_sungai_petak.sql:

sql
SELECT p.kode,
       ROUND(COALESCE(SUM(ST_Length(ST_Intersection(p.geom, s.geom))), 0)::numeric, 0) AS sungai_m
FROM kph.petak p LEFT JOIN kph.sungai s ON ST_Intersects(p.geom, s.geom)
GROUP BY p.kode ORDER BY sungai_m DESC LIMIT 5;

Hasil uji:

PetakPanjang sungai (m)
P-121.089
P-17965
P-22662
P-03647
P-19571

Hasil lain dari berkas yang sama:

  • Petak di luar DAS: hanya P-25.
  • Longsor dalam 30 m dari sungai: 3 dari 40 kejadian.
  • Titik potong jalan dan sungai: 26. Itulah calon lokasi gorong-gorong atau jembatan untuk Kepala Seksi.

Kepala Seksi mendapat jawabannya: P-12 dan P-17 paling banyak dilalui sungai, dan ada 26 titik yang perlu dicek untuk gorong-gorong.

#Bagian B: ArcGIS Pro

#Bagian B: ArcGIS Pro

Dokumentasi Esri mencantumkan alat hidrologi dalam kotak peralatan Spatial Analyst Tools (perlu ekstensi Spatial Analyst):

  • Fill: mengisi lubang pada raster permukaan.
  • Flow Direction: arah aliran dengan metode D8, MFD, atau D-Infinity.
  • Flow Accumulation: akumulasi aliran, bisa diberi bobot.
  • Stream Order: memberi urutan pada ruas alur.
  • Stream to Feature: mengubah raster alur menjadi garis.
  • Snap Pour Point: menempelkan titik keluar ke sel akumulasi tertinggi dalam jarak tertentu.
  • Watershed: daerah tangkapan di atas titik keluar.
  • Basin: semua cekungan sekaligus.

Urutan kerja yang setara dengan Bagian A: [CEK]

  1. Fill pada DEM.
  2. Flow Direction (D8) pada DEM terisi.
  3. Flow Accumulation pada raster arah.
  4. Ambil sel akumulasi ≥ 500 dengan Con atau Raster Calculator, lalu Stream Order dan Stream to Feature.
  5. Snap Pour Point untuk titik keluar, lalu Watershed, dan ubah ke poligon dengan Raster to Polygon.

Pro memberi urutan alur (Strahler) lewat Stream Order. Keluaran r.stream.extract yang disimpan penulis hanya memuat nomor segmen. Nilai urutan alur tidak diperiksa di QGIS. [belum diverifikasi]

#Bagian C: ArcMap 10.8

#Bagian C: ArcMap 10.8

Alat dan urutannya sama, di Spatial Analyst Tools ► Hydrology: Fill, Flow Direction, Flow Accumulation, Stream Order, Stream to Feature, Snap Pour Point, Watershed. [CEK]

Ekstensi Spatial Analyst harus aktif (Customize ► Extensions). [CEK]

#Cek paham

  1. Mengapa DEM harus diisi lubangnya sebelum menghitung aliran?
  2. Ambang sungai 500 sel pada piksel 10 m berarti berapa hektare?
  3. Mengapa luas DAS sebaiknya dihitung dari raster DAS, bukan dari nilai akumulasi terbesar?

Jawaban:

  1. Lubang menjebak air. Aliran berhenti di dalam lubang dan alur sungai terputus.
  2. 500 sel x 100 m² = 50.000 m² = 5 ha.
  3. Pada uji penulis, nilai akumulasi maksimum lebih rendah 2,5% daripada jumlah sel yang benar-benar mengalir ke titik keluar. Raster DAS cocok dengan hitungan pembanding.

#Kesalahan umum

  • Melewatkan pengisian lubang. Sungai terpotong-potong.
  • Ambang sungai terlalu kecil. Jaringan sungai jadi seperti urat daun dan memuat alur yang tidak nyata. Coba ambang yang cocok dengan pengamatan lapangan.
  • Titik keluar tidak tepat di alur. DAS yang keluar sangat kecil. Pilih sel dengan akumulasi tertinggi di sekitarnya (itu gunanya Snap Pour Point).
  • Memakai DEM berkoordinat derajat. Satuan jarak dan luas jadi salah. Pakai proyeksi UTM.

#Ringkasan dan latihan

Ringkasan: isi lubang, hitung arah dan akumulasi, tentukan ambang sungai, pilih titik keluar, ambil DAS. Selalu periksa hasil dengan cara lain.

Latihan: ulangi dengan ambang 250 dan 1.000 sel. Catat jumlah segmen dan panjang total sungai. Mana yang menurut Anda paling masuk akal, dan mengapa?

#Tabel perbandingan: hidrologi DEM

LangkahQGISArcGIS ProArcMap 10.8
Isi lubangFill sinks (Wang & Liu)FillFill [CEK]
Arah dan akumulasir.watershed (GRASS)Flow Direction, Flow Accumulationsama dengan Pro [CEK]
Sungair.stream.extractCon, Stream Order, Stream to Feature [CEK]sama dengan Pro [CEK]
DAS di satu titikr.water.outletSnap Pour Point, Watershed [CEK]sama dengan Pro [CEK]
Urutan alur (Strahler)tidak diuji (hanya nomor segmen disimpan)Stream OrderStream Order [CEK]