Glosarium
Glosarium ini menjelaskan istilah teknis yang dipakai dalam buku, disusun menurut abjad. Angka di akhir tiap entri menunjuk bab tempat istilah itu pertama kali dijelaskan.
A4 lanskap (A4 landscape): halaman kertas berukuran 297 x 210 mm dengan sisi panjang mendatar; dipakai untuk lembar peta latihan. Bab 4.
Alat Processing (Processing tool): satu fungsi analisis siap pakai yang dijalankan dari Processing Toolbox (QGIS) atau panel Geoprocessing (Pro). Bab 6.
Atlas (atlas): cara membuat banyak lembar peta sekaligus dari satu templat layout; dibahas lebih jauh di M1. Bab 5.
Atribut (attribute): data berupa kolom dalam tabel yang menerangkan tiap objek, misalnya jenis tanaman atau volume kayu. Bab 1.
Batang skala (scale bar): garis bergaris-garis yang menunjukkan jarak nyata, dan tetap benar walau gambar diperbesar atau diperkecil. Bab 4.
Buffer (buffer): area di sekeliling objek dengan jarak tertentu, misalnya bidang selebar 25 m di sekeliling sungai. Bab 6.
Categorized (categorized): jenis simbologi yang memberi satu simbol untuk tiap nilai teks, misalnya tiap jenis tanaman. Bab 1.
Clip (clip): memotong satu layer dengan bentuk layer lain, sehingga hanya bagian di dalam bentuk pemotong yang tersisa. Bab 6.
coalesce: fungsi ekspresi yang memakai teks cadangan bila sebuah kolom kosong. Bab 3.
CRS (coordinate reference system): sistem koordinat yang menentukan cara posisi di bumi ditulis, misalnya derajat atau meter. Bab 6.
Definition Query (definition query): saringan pada layer di ArcGIS Pro dan ArcMap untuk menampilkan hanya objek yang memenuhi syarat, misalnya menyaring sel kosong. Bab 2.
Dissolve (dissolve): pilihan yang menggabungkan banyak hasil buffer yang saling tumpang tindih menjadi satu bidang. Bab 6.
dpi (dots per inch): jumlah piksel per inci pada gambar; makin tinggi, makin rapat dan makin tajam. Bab 5.
Ekspor (export): menyimpan lembar layout menjadi berkas yang bisa dibuka tanpa GIS, seperti PDF atau PNG. Bab 5.
Ekspresi label (label expression): rumus kecil yang menyusun isi label dari beberapa kolom. Bab 3.
EPSG:32749: kode CRS WGS 84 / UTM zona 49S yang berunit meter; dipakai pada semua data latihan buku ini. Pendahuluan.
Equal Interval (equal interval): metode klasifikasi dengan lebar kelas sama; mudah dijelaskan tetapi bisa menghasilkan kelas kosong. Bab 2.
Geoprocessing (geoprocessing): menjalankan alat yang memproses data peta dan menghasilkan data peta baru, sementara data aslinya tidak berubah. Bab 6.
Graduated (graduated): jenis simbologi yang mewarnai angka berdasarkan kelas. Bab 2.
Halo (buffer teks, text buffer): garis tepi di sekeliling huruf agar label terbaca di atas warna apa pun. Bab 3.
Hillshade (hillshade): tampilan raster tinggi yang memberi kesan bayangan bukit. Bab 2.
Item (layout item): satu elemen di layout, seperti peta, legenda, atau label. Bab 4.
Kelas (class): satu rentang nilai yang diberi satu warna pada peta berkelas. Bab 2.
Keluaran sementara (temporary output): hasil alat yang hanya ada di memori dan hilang bila proyek ditutup tanpa disimpan. Bab 6.
Klasifikasi (classification): mengelompokkan angka menjadi beberapa kelas yang batasnya jelas. Bab 2.
Label (label): teks dari atribut yang tampil langsung di atas objek pada peta. Bab 3.
Layout (layout): lembar kertas virtual tempat peta dan pelengkapnya ditata sebelum dicetak atau diekspor. Bab 4.
Legenda (legend): daftar arti simbol dan warna di peta. Bab 4.
Metode klasifikasi (classification method): cara menentukan batas kelas, misalnya Equal Interval, Quantile, atau Natural Breaks. Bab 2.
Natural Breaks (Jenks): metode klasifikasi yang menaruh batas kelas di celah alami antar kelompok nilai; cocok bila data mengelompok. Bab 2.
NULL (NULL): sel tabel yang kosong, artinya nilainya belum ada. Bab 2.
Overlay (overlay): menumpuk layer untuk dianalisis, misalnya dengan Intersect, Union, dan Difference; dibahas di seri I1. Bab 6.
Panah utara (north arrow): tanda arah utara pada lembar peta. Bab 4.
PDF: format berkas dokumen yang menyimpan garis dan huruf sebagai vektor, sehingga tetap tajam dan teksnya bisa dicari. Bab 5.
Penempatan (placement): aturan letak label terhadap objeknya. Bab 3.
Penyaji (renderer): bagian layer yang menentukan cara objek digambar, seperti Single Symbol, Categorized, atau Graduated. Bab 1.
Piksel (pixel): titik berwarna terkecil pada gambar; PNG disimpan sebagai kumpulan piksel. Bab 5.
PNG: format gambar berisi piksel; cocok untuk laporan di layar atau slide. Bab 5.
Processing Toolbox (Processing Toolbox): panel QGIS yang menyimpan alat analisis siap pakai. Bab 6.
Quantile (quantile, di QGIS tertulis Equal Count): metode klasifikasi yang membuat tiap kelas berisi jumlah objek hampir sama. Bab 2.
Query Builder (query builder): jendela QGIS untuk menulis saringan objek pada sebuah layer, misalnya "Volume_m3ha" IS NOT NULL. Bab 2.
Reproject (reproject): mengubah data dari satu CRS ke CRS lain, misalnya dari derajat ke UTM berunit meter. Bab 6.
Sempadan (riparian buffer): bidang di sepanjang sungai pada jarak tertentu; angka 25 m di buku hanya contoh latihan, bukan ketentuan resmi. Bab 6.
Simbol (symbol): satu paket tampilan objek berupa warna isi, garis tepi, dan ukuran. Bab 1.
Simbologi (symbology): aturan tampilan sebuah layer, yaitu warna, ukuran, dan bentuk tiap objek. Bab 1.
Single Symbol (single symbol): jenis simbologi yang membuat semua objek berpenampilan sama. Bab 1.
Skala (scale): perbandingan jarak di kertas dengan jarak di lapangan; pada 1:3.000, 1 cm di kertas mewakili 30 m. Bab 4.
Skala warna (color ramp): deretan warna yang berurutan, dipakai untuk mewarnai angka. Bab 1, 2.
Skala warna berurutan (sequential color ramp): warna dari muda ke tua yang menandakan nilai kecil ke besar. Bab 2.
Skrip (script): kumpulan perintah Python yang dijalankan di Python Console untuk mengulang langkah yang sama; buku menyediakan Skrip 4.1 sampai 4.6. Pendahuluan.
Spatial join (spatial join): menggabungkan atribut berdasarkan letak objek, misalnya menghitung titik panas per petak; dibahas di seri I1. Bab 6.
Standar peta (map standard): daftar unsur yang harus ada pada peta agar dianggap lengkap; dipakai sebagai ceklis sebelum peta dikirim. Bab 5.
Titik panas (hotspot): titik lokasi pada peta latihan yang dipakai untuk menghitung banyaknya titik di dalam sempadan sungai. Bab 1.
UTM (Universal Transverse Mercator): sistem koordinat berunit meter; data latihan memakai zona 49S. Bab 6.
Vektor (vector): pada PDF, garis dan huruf disimpan sebagai rumus sehingga tajam di perbesaran berapa pun. Bab 5.